Skip to main content

Sydney New Year's Eve 2013

Tema kembang api Sydney tahun ini adalah "Embrace"
Tahun baru identik dengan kembang api. Saya merasa beruntung bisa berada di Sydney untuk mengabadikan pesta kembang api dalam rangka memeriahkan NYE 2013. Pemerintah Sydney menjelaskan bahwa kembang api yang digunakan untuk tahun baru 2013 merupakan yang terbesar didunia. Sebuah hal yang patut diacungi jempol karena pemkot Sydney mengemas acara NYE 2013 dengan serangkaian acara menarik. NYE ini lebih diarahkan sebagai pesta rakyat (begitu kata si Ayah) yang menggunakan uang dari pajak. 

Tidaklah mudah bagi saya yang baru pertama kali datang ke Sydney untuk motret kembang api. Seminggu sebelum NYE 2013, saya selalu mencari imaji dari google. Maklum dari website resmi NYE 2013 terdapat lebih dari 80 tempat untuk melihat pesta kembang api di Sydney. 

Awalnya saya merencanakan ke Bradley's Head Point, karena saya bersama The Precils sudah pernah ke sana, dan pemandangan dari sana memang bagus, bisa melihat Harbour Bridge dan Sydney Opera House. Namun sayangnya pada NYE 2013 Breadly Head point menjadi tempat komersil, alias harus bayar $50 pada malam tahun baru. Jadi saya putuskan untuk mencari tempat lain. Guru saya merekomendasikan motret di Waverton, karena cukup bagus. Sebelumnya saya pernah ke Waverton untuk interview kerja di restoran India, jadi saya cukup tahu seperti apa Waverton itu. Dengan bantuan google, saya pun mantap melakukan survei terlebih dahulu sebelum membuat keputusan final. 
Foto hasil survei di Ball Head Point, Waverton.
Pada tanggal 28 Desember, saya berangkat melakukan survei lokasi. Saya pun berjalan kaki dari Luna Park (taman kesukaannya Big A), Milson Point, North Sydney dan Waverton. Begitu sampai Waverton, saya menekan tombol shutter kamera saya, lalu dalam hati memutuskan untuk motret NYE dari Waverton, tepatnya di Ball Head Point. Sebuah pemandangan di mana saya bisa melihat dengan jelas Harbour Bridge dan City Skyline dalam satu bingkai.

Meskipun saya sudah mantap dengan Waverton, saya masih saja mencari-cari lokasi lain. Teman-teman Aussie saya bilang kalo motret dari Botanical Garden itu bagus, namun bayar. Nah yang gratis di Mrs Macquarie. Jadi saya pun berangkat ke Mrs Macquarie untuk memuaskan rasa penasaran saya. Selidik punya selidik, pemkot Sydney menyebutkan bahwa tempat tersebut mampu menampung 17.000 orang. Wahhhh,, lha ya modar saya. Saya terjebak antrean sepanjang 3 kali lapangan bola. Namanya juga penasaran, mengapa semua orang pergi ke sana? Tiga jam antre berakhir dengan keluh kesah. Meskipun sudah datang pukul 10 pagi untuk antre, ternyata begitu masuk Mrs Macquarie saya tidak mendapatkan titik yang jelas untuk motret kembang api. Terlalu banyak pohon dan juga area terbaik untuk motret kembang api hanya bisa diakses oleh rekan-rekan media.

Antrean yang luar biasa panjang di Mrs Macquaries.
Suasana di Mrs Macquaries yang sangat padat, hampir 17.000 Sydneysiders berkumpul di sini.
2 wisatawan yang datang terlambat tampak memandangi antrian yang luar biasa panjang di Mrs Mcquaries.
Pukul 1 siang saya pun bergegas ke Waverton. Saya tidak sendirian, banyak Sydneysiders yang memutuskan untuk pindah tempat. Perlu waktu 1 jam untuk mencapai Waverton, dari stasiun St James oper ke stasiun Wynyard lalu naik kereta jurusan Northen Area. Begitu sampai stasiun Waverton, kecepatan jalan kaki saya tambah agar cepat sampai Ball Head Point. Melihat orang-orang bawa tenda dan perlengkapan piknik, semakin cepat pula langkah saya. Maklumlah, saya tidak ingin berdesak-desakan lagi seperti di Mrs Macquarie.


Tenda biru ini mengingatkanku pada kemah di Lane Clove bersama keluarga Precils.
Suasana di Ball Head Point, Waverton, damai karena tidak seramai Mrs Macquaries.
Suasana menjelang senja di Ball Head Point, Waverton.
Begitu sampai di Ball Head Point, hati saya berkata "Syukur Alhamdulillah…" karena titik atau lokasi yang saya incar tidak ditempati orang lain. Tak lama kemudian, saya mendirikan tenda darurat dari Tripod dan sarung, karena suhu udara saat itu cukup menyengat, yaitu 28 derajat Celsius. Tenda pun berdiri dan hati saya senang, tinggal menunggu selama 10 jam untuk motret kembang api NYE 2013. Dengan berbekal roti untuk makan siang dan nasi rendang untuk makan malam, saya pun kemah darurat di Ball Head Point, SENDIRIAN! Arghhh. Tak lama setelah tenda saya berdiri, hadir 1 keluarga dan mendirikan tenda di sebelah tenda saya. Si Ayah dari keluarga tersebut bilang bahwa di sini sangat nyaman buat keluarga, tidak perlu berdesak-desakan mencari tempat, bebas alkohol dan yang paling penting dapat pemandangan yang bagus. "We've been here for 3 years with the same spot, this spot is really amazing..." kata si Ayah. Buat keluarga Precils, Ball Head Point bisa menjadi "jujukan" untuk tahun baru selanjutnya.

Tenda darurat saya yang kecil nan mungil.
Pilot perang berpengalaman asal Australia, Matt Hall, memamerkan kebolehannya menerbangkan pesawat aerobic lengkap dengan semburan gas "yang tumben tidak berwarna", yang menghiasi langit senja kota Sydney.
Penantian selama berjam-jam akhirnya terbayar saat Kembang Api Keluarga menghiasi langit Sydney pada pukul 21.00 selama 15 menit dan juga Kembang Api Tahun Baru pada pukul 00.00  selama 20 menit. 

Family Firework yang muncul pukul 21.00.
Family Firework yang muncul pukul 21.00.
Family Firework yang muncul pukul 21.00.


Selamat Tahun Baru 2013 dari Sydney.

2w_^

~ Radityo adalah mahasiswa Photomedia di CATC Design School, Sydney. Baca juga blog pribadinya tentang tips dan trik fotografi di http://fototiptrik.blogspot.com.au

 

Comments

Popular posts from this blog

7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik

Hello 2017... Apa resolusi piknik kamu tahun ini? Kalau The Emak sih nggak muluk-muluk karena resolusi tahun lalu banyak gagalnya, hiks. Tapi ketolong sama pengalaman traveling di akhir tahun yang tak disangka-sangka: cruising! Tahun ini keluarga precils insyaallah akan ke KL dan Malaka (dapat tiket 0 rupiah AA dari tahun lalu) dan LOB Komodo (amin YRA). Udah itu doang? Enggak sih, nanti ditambah staycation sana-sini dan weekend mini trip entah nyangkut di mana, hahaha. Trus The Emak juga punya keinginan terpendam untuk #ngopibarengnicsap2017 karena kan destinasi nggak melulu tempat, bisa juga orang. Nah, yang lebih pentin g dari sekadar resolusi piknik adalah bagaimana cara untuk mewujudkannya.Traveling pasti perlu modal dong. Kabar baiknya, nggak semua biaya tra veling harus dibayar dengan uang. Bisa juga dibayar pakai miles untuk tiket pesawat , pakai kredit poin unt uk penginapan, dan pakai doa kalau pengen menang kuis ;) Emak yang baik hati dan tidak sombong ini akan berbagi tip...

[Penginapan] Hotel Parkview St Kilda, Melbourne

Pemandangan dari jendela kamar hotel Hotel di daerah St Kilda ini cukup nyaman untuk melepas penat setelah semalaman tergoncang ombak di kapal dan seharian menerobos macetnya Melbourne. Setelah menyeberang dari Tasmania , kami punya waktu 24 jam di Melbourne sebelum melanjutkan perjalanan liburan musim panas ke Queenstown , Selandia Baru. Untuk penginapan kali ini saya sengaja memilih hotel yang resepsionisnya buka 24 jam karena kami harus cek out pagi-pagi mengejar pesawat ke New Zealand. Saya memilih menginap di daerah St Kilda karena ingin membawa The Precils mengunjungi Luna Park. Lagipula, kami sudah pernah menginap di apartemen tengah kota dan jalan-jalan di pusat kota Melbourne . Daerah St Kilda ini bisa menjadi alternatif menginap untuk yang ingin lebih dekat dengan kawasan pantai di Melbourne. Pilihan jatuh pada Parkview Hotel di St Kilda Rd . Tarif per malamnya AU$ 179 untuk 2 dewasa dan 2 anak-anak, tidak termasuk makan pagi. Untuk parkir mobil seharian, kami dikenakan ta...

Ultimate Experience at Kangaroo Island

Pagi yang menakjubkan di Napean Bay, Kangaroo Island Kangaroo Island, pulau di barat daya Adelaide ini dijuluki a zoo without wall -kebun binatang tanpa pagar. Di pulau ini, bukan kami yang harus 'mengunjungi' hewan-hewan khas Australia, tapi mereka yang 'menyapa' dan menghampiri kami. Kami menyeberang ke Kangaroo Island (KI) dari dermaga Cape Jervis , sekitar dua jam dari Adelaide ke arah selatan. Hanya ada satu layanan feri di sini, dioperasikan oleh Sea Link . Tarif feri yang tidak disubsidi oleh pemerintah memang memberatkan. Bahkan penduduk lokal juga mengeluhkan tarif feri yang mahal ini. Tiket pulang pergi untuk kami berempat (2 dewasa 2 anak) plus satu campervan harganya AUD 424. Semahal tiket pesawat ke luar kota! Tapi gakpapa lah kalau dianggap membeli pengalaman sekali seumur hidup. Tadinya kami ragu-ragu memasukkan Kangaroo Island ke dalam itinerary . Salah satu alasannya karena mahalnya tiket feri tadi. Alasan lain karena ketatnya jadwal kami. Kalau cuma ...