Skip to main content

Vivid Sydney 2012: Festival Cahaya Yang Menghangatkan Musim Dingin

Salah satu Papan informasi Vivid Sydney 2012
Vivid Sydney adalah festival tahunan yang diadakan tiap musim dingin. Tahun ini berlangsung dari tanggal 25 Mei – 11 Juni 2012.

Festival ini diadakan oleh pemerintah setempat sebagai salah satu program "Destination NSW", kalau di Indonesia mirip seperti BBJ (Bulan Berkunjung Jember), namun skala dari Vivid Sydney adalah Internasional. Direktur utama Vivid Sydney, Anthony Bastic, menyatakan bahwa Vivid Sydney melibatkan pelaku-pelaku seni dari Perancis, Polandia, Hong Kong, Skotlandia, Amerika, Brazil, Singapura, New Zealand serta Australia. "Vivid Sydney didukung oleh pemerintah New South Wales (NSW) dan sponsor utama untuk menghadirkan kolaborasi kreatif dari 75 seniman tahun ini," ujar Antony Bastic dalam pers release

Gedung Costum House disulap menjadi sebuah tontonan visual yang menarik.
Gedung MCA menjadi salah satu arena Vivid Sydney yang paling banyak mengundang perhatian pengunjung.
Seorang pengunjung mengabadikan Vivid Sydney dengan iPadnya.
Sementara Wakil Pertama Deputi NSW menyatakan bahwa Vivid Sydney merupakan panggung industri kreatif untuk menghibur masyarakat dan mendatangkan turis. "Tiga pilar dalam Vivid Sydney, Cahaya, Music dan Ide digabungkan untuk merayakan kehadiran sebuah industri kreatif yang profesional untuk Australia dan seluruh dunia," ujarnya.

Gabungan antara teknologi dan seni menciptakan suasana yang benar-benar vivid di Circular Quay dan daerah The Rock. Festival ini dihadirkan untuk semua umur. "Wow its very interesting, look the Opera House is melting, its cool," komentar Tiffany, salah satu pengunjung dari Taiwan. Lain lagi komentar dari nenek yang berada di sebelah saya waktu itu, "I'm going to see this Vivid from Cruise and it will be nice," ucapnya sembari mengeluarkan kameranya. 
Sydney Opera House yang seakan-akan meleleh menjadi daya tarik tersendiri.
Sydney Opera House  berubah menjadi layar raksasa yang mempertontonkan aksi teatrikal seorang perempuan.
Gedung-gedung perkantoran turut memeriahkan Vivid Sydney 2012.
Tampaknya pemerintah NSW Australia benar-benar tahu caranya menarik wisatawan untuk datang ke Sydney. Yang jadi catatan adalah Vivid Sydney hanyalah secuil festival yang diadakan tiap tahunnya. Masih banyak festival kelas dunia yang akan hadir di Sydney. Semakin banyak festival berkelas, semakin banyak pula kemungkinan wisatawan asing akan datang.

Saya berharap sektor pariwisata di Indonesia mengadopsi sistem ini untuk menarik wisatawan asing dan juga menggeliatkan gairah seni kontemporer ke ranah area publik.

Tetap Semangat
2w_^

~ Radityo adalah mahasiswa Photomedia di CATC Design School, Sydney. Baca juga blog pribadinya tentang tips dan trik fotografi di http://fototiptrik.blogspot.com.au

 

Comments

Popular posts from this blog

7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik

Hello 2017... Apa resolusi piknik kamu tahun ini? Kalau The Emak sih nggak muluk-muluk karena resolusi tahun lalu banyak gagalnya, hiks. Tapi ketolong sama pengalaman traveling di akhir tahun yang tak disangka-sangka: cruising! Tahun ini keluarga precils insyaallah akan ke KL dan Malaka (dapat tiket 0 rupiah AA dari tahun lalu) dan LOB Komodo (amin YRA). Udah itu doang? Enggak sih, nanti ditambah staycation sana-sini dan weekend mini trip entah nyangkut di mana, hahaha. Trus The Emak juga punya keinginan terpendam untuk #ngopibarengnicsap2017 karena kan destinasi nggak melulu tempat, bisa juga orang. Nah, yang lebih pentin g dari sekadar resolusi piknik adalah bagaimana cara untuk mewujudkannya.Traveling pasti perlu modal dong. Kabar baiknya, nggak semua biaya tra veling harus dibayar dengan uang. Bisa juga dibayar pakai miles untuk tiket pesawat , pakai kredit poin unt uk penginapan, dan pakai doa kalau pengen menang kuis ;) Emak yang baik hati dan tidak sombong ini akan berbagi tip...

[Penginapan] Hotel Parkview St Kilda, Melbourne

Pemandangan dari jendela kamar hotel Hotel di daerah St Kilda ini cukup nyaman untuk melepas penat setelah semalaman tergoncang ombak di kapal dan seharian menerobos macetnya Melbourne. Setelah menyeberang dari Tasmania , kami punya waktu 24 jam di Melbourne sebelum melanjutkan perjalanan liburan musim panas ke Queenstown , Selandia Baru. Untuk penginapan kali ini saya sengaja memilih hotel yang resepsionisnya buka 24 jam karena kami harus cek out pagi-pagi mengejar pesawat ke New Zealand. Saya memilih menginap di daerah St Kilda karena ingin membawa The Precils mengunjungi Luna Park. Lagipula, kami sudah pernah menginap di apartemen tengah kota dan jalan-jalan di pusat kota Melbourne . Daerah St Kilda ini bisa menjadi alternatif menginap untuk yang ingin lebih dekat dengan kawasan pantai di Melbourne. Pilihan jatuh pada Parkview Hotel di St Kilda Rd . Tarif per malamnya AU$ 179 untuk 2 dewasa dan 2 anak-anak, tidak termasuk makan pagi. Untuk parkir mobil seharian, kami dikenakan ta...

Ultimate Experience at Kangaroo Island

Pagi yang menakjubkan di Napean Bay, Kangaroo Island Kangaroo Island, pulau di barat daya Adelaide ini dijuluki a zoo without wall -kebun binatang tanpa pagar. Di pulau ini, bukan kami yang harus 'mengunjungi' hewan-hewan khas Australia, tapi mereka yang 'menyapa' dan menghampiri kami. Kami menyeberang ke Kangaroo Island (KI) dari dermaga Cape Jervis , sekitar dua jam dari Adelaide ke arah selatan. Hanya ada satu layanan feri di sini, dioperasikan oleh Sea Link . Tarif feri yang tidak disubsidi oleh pemerintah memang memberatkan. Bahkan penduduk lokal juga mengeluhkan tarif feri yang mahal ini. Tiket pulang pergi untuk kami berempat (2 dewasa 2 anak) plus satu campervan harganya AUD 424. Semahal tiket pesawat ke luar kota! Tapi gakpapa lah kalau dianggap membeli pengalaman sekali seumur hidup. Tadinya kami ragu-ragu memasukkan Kangaroo Island ke dalam itinerary . Salah satu alasannya karena mahalnya tiket feri tadi. Alasan lain karena ketatnya jadwal kami. Kalau cuma ...