Skip to main content

[Penginapan] Hotel Grand Chancellor Hobart

Hotel Grand Chancellor Hobart. Foto oleh Anindito Aditomo.
Selama tiga hari jalan-jalan di Hobart, kami menginap di Hotel Grand Chancellor yang letaknya sangat strategis di tepi pelabuhan. Ini adalah penginapan favorit Little A dalam rangkaian Summer Adventure kami.

Saya memilih menginap di hotel ini karena Si Ayah mengikuti konferensi di sini. Jadi Si Ayah tidak repot bolak-balik ke tempat konferensi dan masih bisa bertemu kami ketika rehat makan siang. Tarif hotel ini AU$ 195 per malam untuk kamar dengan dua double bed dengan pemandangan kota atau gunung. Kalau ingin pemandangan pelabuhan dari dalam kamar, bisa upgrade dengan menambah AU$ 10 per malam. Tarif segitu hanya untuk akomodasi saja, tidak termasuk makan pagi. Tidak seperti di Indonesia, harga standar penginapan di Australia belum termasuk sarapan. Kalau ingin mencari sarapan yang lebih murah daripada harga sarapan prasmanan di hotel, cari saja kafe terdekat. Kopi dan toast harganya di bawah AU$ 10. Tapi maaf, tidak ada yang sedia sarapan bubur ayam di sini :p

Kalau boleh memilih, biasanya saya menghindari menginap di hotel-hotel besar seperti ini. Saya lebih suka menginap di motel atau apartemen yang tarifnya lebih murah dan mempunyai fasilitas untuk memasak. Di hotel mewah, biasanya hanya ada fasilitas membuat teh atau kopi dengan ketel listrik dan kulkas mini untuk menyimpan makanan. Untuk bisa menghemat, terpaksa saya harus kreatif. Dalam perjalanan liburan musim panas ke Tasmania dan New Zealand ini, saya membawa rice cooker kecil. Jangan tertawa dulu, peralatan yang satu ini sangat berguna untuk survival perjalanan dua minggu dengan dua precils :D Kalau sudah punya nasi, kita tinggal membeli lauk dan lalapan saja. Jatuhnya lebih murah daripada harus selalu membeli makan di luar. Harga satu porsi makanan di Australia kira-kira Rp 150.000, itu hanya untuk makanan di food court atau di warung pinggir jalan lho, belum di restoran. Nah, sekarang boleh ikuti tips saya membawa rice cooker ;)

Untuk menyiapkan sarapan The Precils, saya mengalihfungsikan setrika yang disediakan hotel menjadi toaster. Dari rumah, saya sudah mempersenjatai diri dengan aluminium foil. Untuk membuat roti setrika, oles dua potong roti tawar dengan selai kacang atau olesan kesayangan si kecil lainnya, tangkupkan dan bungkus rapi dengan aluminium foil. Setelah itu, setrika tiap sisi sampai roti hangat dan ada crust-nya. Hmm... yummy!

The Precils langsung terpaku menonton TV :p
Little A sarapan dengan roti setrika dan segelas susu, sambil lihat-lihat pemandangan kota Hobart.



Satu-satunya kekurangan hotel ini hanya ketiadaan fasilitas memasaknya. Selain itu, kami sangat menyukai fasilitas dan pelayanan di hotel ini. Kami sampai di hotel ini dengan mengendarai shuttle bus dari bandara Hobart, sekitar pukul 10.30 pagi. Waktu itu Little A tertidur karena capek dari penerbangan Sydney - Hobart, sehingga saya gendong sampai lobi. Si Ayah yang harus segera mengikuti konferensi meninggalkan kami di lobi, menunggu kamar disiapkan. Sebenarnya, aturan cek in baru bisa paling awal jam 2 siang. Tapi petugas yang mungkin kasihan melihat saya membawa dua precils, memprioritaskan cek in kami. Sambil menunggu, Little A tidur di sofa di lobi. Banyak tamu hotel yang senyum-senyum melihat Little A yang pulas. Nggak tahu, senyum karena lucu atau kasihan :) Dalam setengah jam, kamar kami sudah siap dan tas bawaan kami juga sudah diantar ke kamar.

Begitu sampai di kamar, Big A berteriak kegirangan. Dia memang pecinta hotel, seperti Emaknya :) Kamar kami bersih, cukup luas dengan ranjang empuk dan pemandangan kota dengan latar belakang Mt Wellington. Yang paling spektakuler adalah kamar mandinya: wastafel yang besar dengan meja marmer, bak mandi yang baru dan pancuran dengan curahan air seperti air terjun. The Precils jadi senang mandi di sini. Selain itu, ada fasilitas kolam renang tertutup yang sempat dicoba The Precils sekali.

Meskipun hotel ini ada restorannya, kami tidak pernah membeli makanan dari sana. Kami memilih membeli makanan dari luar. Tepat di depan hotel ini, di tepi dermaga ada beberapa warung apung yang menyediakan makanan laut. Di hari pertama kami membeli sekeranjang fish&chips di Flippers dan membeli sepaket lagi untuk makan malam. Selain warung apung, di dekatnya juga ada restoran seafood yang lumayan terkenal di Hobart: Mures. Sayang sekali harganya tidak mure :)) Malam terakhir, kami makan malam di restoran India: Saffron, yang juga ada di seberang hotel kami. Masakan India di resto ini rasanya lumayan dan mereka juga menyediakan menu halal.

Yang paling berkesan bagi Little A tentang hotel ini adalah pintu putarnya. Setiap keluar dan masuk hotel ini, Little A selalu memilih lewat pintu berputar, meskipun ada pilihan pintu lain yang bisa membuka secara otomatis. Pada awalnya, Little A takut-takut dan minta gendong. Tapi lama-lama dia malah ingin melewati pintu ini sendiri dengan mendorong daun pintunya yang lumayan berat. Saking cintanya dengan pintu putar ini, setiap kali dia melihat ada pintu putar di hotel atau perkantoran di Sydney, Little A bertanya, "Is this Hobart?"

Pemandangan pelabuhan Hobart dilihat dari depan lift hotel
Keluarga The Precils di depan hotel, siap melanjutkan perjalanan ke Cradle Mountain

Baca juga catatan perjalanan Big A (dalam bahasa Inggris):
 
~ The Emak

Comments

Popular posts from this blog

[Penginapan] Hotel Parkview St Kilda, Melbourne

Pemandangan dari jendela kamar hotel Hotel di daerah St Kilda ini cukup nyaman untuk melepas penat setelah semalaman tergoncang ombak di kapal dan seharian menerobos macetnya Melbourne. Setelah menyeberang dari Tasmania , kami punya waktu 24 jam di Melbourne sebelum melanjutkan perjalanan liburan musim panas ke Queenstown , Selandia Baru. Untuk penginapan kali ini saya sengaja memilih hotel yang resepsionisnya buka 24 jam karena kami harus cek out pagi-pagi mengejar pesawat ke New Zealand. Saya memilih menginap di daerah St Kilda karena ingin membawa The Precils mengunjungi Luna Park. Lagipula, kami sudah pernah menginap di apartemen tengah kota dan jalan-jalan di pusat kota Melbourne . Daerah St Kilda ini bisa menjadi alternatif menginap untuk yang ingin lebih dekat dengan kawasan pantai di Melbourne. Pilihan jatuh pada Parkview Hotel di St Kilda Rd . Tarif per malamnya AU$ 179 untuk 2 dewasa dan 2 anak-anak, tidak termasuk makan pagi. Untuk parkir mobil seharian, kami dikenakan ta...

7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik

Hello 2017... Apa resolusi piknik kamu tahun ini? Kalau The Emak sih nggak muluk-muluk karena resolusi tahun lalu banyak gagalnya, hiks. Tapi ketolong sama pengalaman traveling di akhir tahun yang tak disangka-sangka: cruising! Tahun ini keluarga precils insyaallah akan ke KL dan Malaka (dapat tiket 0 rupiah AA dari tahun lalu) dan LOB Komodo (amin YRA). Udah itu doang? Enggak sih, nanti ditambah staycation sana-sini dan weekend mini trip entah nyangkut di mana, hahaha. Trus The Emak juga punya keinginan terpendam untuk #ngopibarengnicsap2017 karena kan destinasi nggak melulu tempat, bisa juga orang. Nah, yang lebih pentin g dari sekadar resolusi piknik adalah bagaimana cara untuk mewujudkannya.Traveling pasti perlu modal dong. Kabar baiknya, nggak semua biaya tra veling harus dibayar dengan uang. Bisa juga dibayar pakai miles untuk tiket pesawat , pakai kredit poin unt uk penginapan, dan pakai doa kalau pengen menang kuis ;) Emak yang baik hati dan tidak sombong ini akan berbagi tip...

[Penginapan] Cradle Mountain Chateau, Tasmania

Ingin menyatu dengan alam tapi tidak ingin repot mendirikan tenda? Cobalah menginap di salah satu akomodasi di Taman Nasional Cradle Mountain. Saya ingat suatu malam ketika memesan akomodasi ini via Wotif . Waktu itu kami belum memutuskan mau jalan-jalan ke mana aja di Tasmania. Yang pasti, setelah tiga malam di Hobart , kami punya waktu semalam di tempat lain di Tasmania. Pilihan pertama adalah Launceston, kota terbesar kedua di Tasmania, yang juga terkenal dengan keindahan Cataract Gorge Reserve -nya. Tapi Si Ayah, yang biasanya nggak punya ide apa-apa untuk liburan, kali ini pengen mencoba sesuatu yang berbeda. Menurutnya, lebih mending menjelajah Taman Nasional daripada jalan-jalan ke kota lagi. Saya langsung menyarankan Cradle Mountain, salah satu tujuan utama petualang di Tasmania. Cepat-cepat saya buka wotif untuk mencari akomodasi di Cradle Mountain, sebelum Si Ayah berubah pikiran :p  Ada beberapa pilihan akomodasi di Cradle Mountain, dari vila mewah sampai akomodasi untuk...